Selasa, 01 November 2011

Makalah Asma Bronchiale

BAB I

PEMBAHASAN
“ASMA BRONCHIALE

A.  PENGERTIAN
Asma adalah suatu penyakit yang dengan ciri meningkatnya respon trachea dan bronchus terhadap berbagai rangsangan dengan manifestasi adanya penyempitan luas jalan napas dan derajatnya dapat berubah-ubah, baik secara spontan maupun sebagai hasil pengobatan. (The American Thoracic Society, 1962).
Asma Bronchiale adalah obstruksi atau penyempitan sebagian dari bronchus yang bersifat reversible disertai dengan berkurangnya aliran udara dan wheezing. (J. Purnawan, 1997 ; 208).
Asma adalah keadaan klinik yang ditandai oleh masa penyempitan bronchus reversible, dipisahkan oleh masa dimana ventilasi mendekati keadaan normal. (Sylvia AP, 1992 ; hal 147)

B.  ETIOLOGI
Dari kategori asma, maka penyebab dai penyakit asma dapat digolongkan sebagai berikut :
1.     Asma ekstrensik atau alergik, disebabkan oleh allergen yang diketahui. Bentuk ini biasanya ada riwayat keluarga yang mempunyai penyakit atopik demam jerami, eksema, dermatitis dan asma sendiri. Asma ini disebabkan oleh kepekaan individu terhadap allergen.
2.    Asma intrinsic atau audiopatik, sering tidak ditemukan factor yang jelas. Faktor-faktor yang non spesifik diduga penyakit influenza, latihan fisik dan emosi.
3.    Asma campuran, yang mana terdiri dari komponen-komponen asma ekstrensik dan intrinsik.

C.  GAMBARAN KLINIK
Gejala asma yang klasik terdiri atas batuk, sesak nafas dan mengi’ (wheezing) dan pada sebagian penderita disertai rasa nyeri di dada.  Pada waktu serangan penderita bernafas cepat dan dalam, gelisah, duduk dengan menyangga ke depan serta tampak otot-otot bantu pernafasan bekerja keras.
Gejala-gejala tersebut tidak selalu terdapat bersama-sama, sehingga kita mengetahui beberapa tingkatan penderita asma sebagai berikut :
1.     Tingkat Pertama, yaitu penderita asma yang secara klinis normal, tanpa kelainan pemeriksaan fisik maupu kelainan pemeriksaan fungsi parunya. Pada penderita ini timbul gejala asma bila ada faktor pencetus.
2.    Tingkat Kedua, yaitu penderita asma tanpa keluhan dan tanpa kelainan pada pemeriksaan fisisnya, tetapi fungsi paru-parunya menunjukkan tanda-tanda obstruksi jalan nafas.
3.    Tingkat Ketiga, adalah penderita asma tanpa keluhan tetapi pada pemeriksaan fisis maupun pemeriksaan fungsi paru menunjukkan tanda obstruksi jalan nafas. Penderita ini sudah sembuh dari serangan asmanya, tetapi bila tidak meneruskan pengobatannya akan mudah mendapat serangan asma kembali.
4.    Tingkat Keempat, adalah penderita yang mengeluh sesak nafas, batuk dan nafas berbunyi. Pada pemeriksaan fisis maupun pemeriksaan spirometri dan ditemukan tanda-tanda obstruksi jalan nafas.
5.    Tingkat kelima, adalah suatu asmatikus yaitu suatu keadaan darurat medis beberapa serangan asma akut yang berat bersifat refrakter sementara, terhadap pengobatan yang diberikan / lasim dipakai. Obstruksi jalan nafas harus dipertahankan dengan serius.

D.  PENATALAKSANAAN
Prinsip umum pengobatan asma bronchiale adalah sebagai   berikut :
1.     Menghilangkan obstruksi jalan nafas dengan segera
2.    Mengenal dan menghindari faktor-faktor yang dapat mencetuskan serangan asma.
3.    Memberikan pendidikan kesehatan kepada penderita dan keluarganya mengenai penyakit asma baik mengenai cara pengobatan maupun perjalanan penyakitnya.


E.  PROGNOSIS
1.     Tergantung pada tipe awal, manifestasi alergik mungkin akan berkurang dengan bertambahnya usia.
2.    Pengobatan di antara waktu serangan sering mencegah serangan akut.
3.    Status asmatikus tetap merupakan sindrom yang mengancam jiwa penderita.


















BAB II
TINJAUAN KASUS

Tgl. Masuk RS   : 9 November 2010
Tgl. Pengkajian  : 10 November 2010
Dx Medis          : Asma Bronchiale
Mahasiswa        : Kelompok 3

A.IDENTITAS KLIEN
Nama Klien          : Tn “S”
Umur                  : 45 Thn
Jenis Kelamin      :
Agama                 : Islam
Pendidikan           : S M P
Pekerjaan            : Nelayan
Status                : Menikah
Suku / Bangsa     : Mandar / Indonesia
Alamat                : Luaor





B. IDENTITAS PENANGGUNG
    Nama Klien          : Sanunding
Umur                  : 45 Thn
Pekerjaan            : Nelayan
Alamat                : Luaor
No. JamKesMas  : 0002250065553

C. ANAMNESE
Tn “S” berusia 45 tahun masuk Rumah Sakit tanggal 9 Nov. 2010 dengan keluhan utama sesak, klien mengatakan sakitnya sudah 3 bulan yang lalu. Bukan hanya itu, kline juga mengeluh sesak, keluarga klien mengatakan bahwa klien tidak mau makan, klien mengatakan klien tidak mau makan, klien mengatakan jika sesak jika berjalan, badan teraba panas, batuk, wajah klien meringis, klien kurus, keadaan umum klien lemah.
Tanda – Tanda Vital :
TD : 140 / 90 mmHg
N   : 80 x / menit
S    : 370 C
P    : 18 x / menit





D.  DATA FOKUS
Data Subjektif
Data Objektif
-       Klien mengeluh panas
-       Klien mengeluh sesak
-       Keluarga klien mengatakan bahwa klien tidak mau makan
-       Klien mengatakan sesak jika berjalan
-       Badan teraba panas
-       Klien Batuk
-       Klien meringis
-       Klien kurus
-       KU lemah
-       Tanda – Tanda Vital :
TD : 140 / 90 mmHg
N   : 80 x / menit
S   : 370 C
P    : 18 x / menit

E.  PELAKSANAAN
Ü Pemberian Therapi Obat
þ  IVFD RL : Dextrose    1 : 3   =   28 / m
þ  O2 2 Liter jika sesak
þ  Ceftri Akson / IV / 12 jam
þ  Dexsametason / IV / 8 jam
þ  Salbutamol     3 x 1
þ  Broksol          3 x 1
þ  VC                 3 x 1
þ  BC                 3 x 1

Ü Perkembangan Keperawatan
þ  KU Lemah
þ  S  : 37 0C
þ  N : 80 x / m
þ  Badan Panas
þ  Batuk
þ  Pucat
þ  Wajah Meringis
þ  Klien kurus

F. STATUS GIZI
-       Dibuku Out. TKTP
-       Dianjurkan agar banyak mengkonsumsi makanan yang tinggi protein untuk mempercepat penyembuhan.
-       Dianjurkan agar banyak mengkonsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan untuk mencakup kebutuhan vitamin dan mineral.









DAFTAR PUSTAKA

Kapita Selekta Kedokteran Jilid 1 Edisi 3. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia : Media Aesculapius

Noer HMS, Waspadjas, Rachmad M, Etal, Editor. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid 1 Edisi 3. Jakarta : Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 1996.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar