Minggu, 06 November 2011

Pemberian Obat Intra Vena

BAB I
PENDAHULUAN

A.  LATAR BELAKANG
Salah satu tugas terpenting seorang perawat adalah member obat yang aman dan akurat kepada klien. Obat merupakan alat utama terapi untuk mengobati klien yang memiliki masalah. Obat bekerja menghasilkan efek terapeutik yang bermanfaat. Walaupun obat menguntungkan klien dalam banyak hal, beberapa obat dapat menimbulkan efek samping yang serius atau berpotensi menimbulkan efek yang berbahaya bila kita memberikan obat tersebut tidak sesuai dengan anjuran yang sebenarnya.
Seorang perawat juga memiliki tanggung jawab dalam memahami kerja obat dan efek samping yang ditimbulkan oleh obat yang telah diberikan, memberikan obat dengan tepat, memantau respon klien, dan membantu klien untuk menggunakannya dengan benar dan berdasarkan pengetahuan.
Oleh karena itu, pada makalah ini akan di bahas salah satu rute pemberian obat, yaitu rute pemberian obat secara
intra vena, memberikan obat pada pasien dengan menginjeksinya ke dalam tubuh.

B.  TUJUAN
Tujuan disusunnya makalah mengenai cara pemberian obat secara Intra Vena ini adalah :
-       Menjelaskan bagaimana harus melakukan persiapan pemberian intra vena
-       Menjelaskan macam-macam cara pemberian obat
-       Menjelaskan indikasi dan kontra indikasi
-       Menjelaskan hal-hal yang harus diperhatikan dan cara pemberiannya.




BAB II
PEMBAHASAN

PEMBERIAN OBAT VIA INTRA VENA :
-       Pemberian Obat Via Jaringan Intra Vena Secara Langsung
-       Pemberian Obat Via Jaringan Intra Vena Secara tidak Langsung

PEMBERIAN OBAT VIA JARINGAN INTRA VENA SECARA LANGSUNG
A.  PENGERTIAN
Cara memberikan obat pada vena secara langsung. Diantaranya vena mediana kubiti/vena cephalika (lengan), vena sephanous (tungkai), vena jugularis (leher), vena frontalis/temporalis (kepala).
B.  TUJUAN
Pemberian obat intra vena secara langsung bertujuan agar obat dapat bereaksi langsung dan masuk ke dalam pembuluh darah.
C.  HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN
Setiap injeksi intra vena dilakukan amat perlahan antara 50 sampai - 70 detik lamanya.
-       Tempat injeksi harus tepat kena pada daerha vena.
-       Jenis spuit dan jarum yang digunakan.
-       Infeksi yang mungkin terjadi selama injeksi.
-       Kondisi atau penyakit klien.
-       Obat yang baik dan benar.
-       Pasien yang akan di injeksi adalah pasien yang tepat dan benar.
-       Dosis yang diberikan harus tepat, harus benar.
-       Cara atau rute pemberian obat melalui injeksi
D.  INDIKASI DAN KONTRA INDIKASI
-       Indikasi : Bias dilakukan pada pasien yang tidak sadar dan tidak mau bekerja sama karena tidak memungkinkan untuk diberikan obat secara oral dan steril.
-       Kontra Indikasi : Tidak steril, obat yang tidak dapat larut dalam air, atau menimbulkan endapan dengan protein atau butiran darah.
E.  ALAT DAN BAHAN
-       Daftar buku obat/catatan dan jadual pemberian obat.
-       Obat dalam tempatnya.
-       Spuit sesuai dengan jenis ukuran
-       Kapas alcohol dalam tempatnya.
-       Cairan pelarut (aquades).
-       Bak injeksi.
-       Bengkok.
-       Perlak dan alasnya.
-       Karen pembendung.
F.   PROSEDUR KERJA
1)   Cuci Tangan.
2)   Jelaskan prosedur yang akan dilakukan.
3)   Bebaskan daerah yang akan disuntik dengan cara membebaskan pakaian pada daerah penyuntikan, apabila tertutup, buka dan ke ataskan.
4)   Ambil obat pada tempatnya sesuai dosi yang telah ditentukan. Apabila obat dalam bentuk sediaan bubuk, maka larutkan dengan aquades steril.
5)   Pasang perlak atau pengalas di bawah vena yang akan dilakukan injeksi.
6)   Tempatkan obat yang telah di ambil ke dalam bak injeksi.
7)   Desinfeksi dengan kapas alcohol.
8)   Lakukan pengikatan dengan karet pembendung pada bagian atas daerah yang akan dilakukakn pemberian obat atau minta bantuan untuk membendung daerah yang akan dilakukan penyuntikan dan lakukan penekanan.
9)   Ambil spuit yang berisi obat.
10)    Lakukan penusukan dengan lubang menghadap ke atas dengan memasukkan ke pembuluh darah.
11)    Lakukan aspirasi, bila sudah ada darah lepaskan karet pembendung dan langsung semprotkan hingga habis.
12)    Setelah selesai ambil spuit dengan menarik secara perlahan-lahan dan lakukan masase pada daerah penusukan dengan kapas alcohol, spuit yang telah digunakan di masukkan ke dalam bengkok.
13)    Catat hasil pemberian, tanggal, waktu, dan dosis pemberian obat.
14)    Cuci tangan.

PEMBERIAN OBAT VIA JARINGAN INTRA VENA SECARA TIDAK LANGSUNG
A.  PENGERTIAN
Merupakan cara memberikan obat dengan menambahkan atau memasukkan obat ke dalam wadah cairan intra vena.
B.  TUJUAN
Pemberian obat intra vena secara tidak langsung bertujuan untuk meminimalkan efek samping dan mempertahankan kadar terapeutik dalam darah.
C.  HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN
-       Injeksi intra vena secara tidak langsung hanya dengan memasukkan cairan obat ke dalam botol infuse yang telah di pasang sebelumnya dengan hati-hati.
-       Jenis spuit dan jarum yang digunakan.
-       Infeksi yang mungkin terjadi selama injeksi.
-       Obat yang baik dan benar.
-       Pasien yang akan di berikan injeksi tidak langsung adalah pasien yang Øtepat dan benar.
-       Dosis yang diberikan harus tepat tidak langsung harus
-       Cara atau rute pemberian obat melalui injeksi tepat dan benar.
D.  INDIKASI DAN KONTRA INDIKASI
-       Indikasi : bias dilakukan pada pasien yang tidak sadar dan tidak mau bekerja sama karena tidak memungkinkan untuk diberikan obat secara oral dan steril.
-       kontra indikasi : tidak steril, obat yang tidak dapat larut dalam air, atau menimbulkan endapan dengan protein atau butiran darah.

E.  ALAT DAN BAHAN
-       Spuit dan jarum sesuai ukuran
-       Obat dalam tempatnya.
-       Wadah cairan (kantung/botol).
-       Kapas alcohol dalam tempatnya..
F.   PROSEDUR KERJA
1)   Cuci tangan.
2)   Jelaskan prosedur yang akan dilakukan.
3)   Periksa identitas pasien dan ambil obat dan masukkan ke dalam spuit.
4)   Cari tempat penyuntikan obat pada daerah kantung. Alangkah baiknya penyuntikan pada kantung infuse ini dilakukan pada bagian atas kantung/botol infuse.
5)   Lakukan desinfeksi dengan kapas alcohol pada kantung/botol dan kunci aliran infuse.
6)   Lakukan penyuntikan dengan memasukkan jarum spuit hingga menembus bagian tengah dan masukkan obat secara perlahan-lahan ke dalam kantong/botol infuse/cairan.
7)   Setelah selesai, tarik spuit dan campur larutan dengan membalikkan kantung cairan dengan perlahan-lahan dari satu ujung ke ujung yang lain.
8)   Ganti wadah atau botol infuse dengan cairan yang sudah di injeksikan obat di dalamnya. Kemudian gantungkan pada tiang infuse.
9)   Periksa kecepatan infuse.
10)    Cuci tangan.
11)    Catat reaksi pemberian, tanggal, waktu dan dosis pemberian.

DAERAH PENYUNTIKAN :
-       Pada Lengan (v. mediana cubiti / v. cephalika)
-       Pada Tungkai (v. Spahenous)
-       Pada Leher (v. Jugularis)
-       Pada Kepala (v. Frontalis atau v. Temporalis) khusus pada anak – anak.
BAB III
PENUTUP

A.  KESIMPULAN
Obat dapat diberikan dengan berbagai cara disesuaikan dengan kondisi pasien, diantaranya : sub kutan, intra kutan, intra muscular, dan intra vena. Dalam pemberian obat ada hal-hal yang perlu diperhatikan, yaitu indikasi dan kontra indikasi pemberian obat. Sebab ada jenis-jensi obat tertentu yang tidak bereaksi jika diberikan dengan cara yang salah.

B.  SARAN
Setiap obat merupakan racun yang yang dapat memberikan efek samping yang tidak baik jika kita salah menggunakannya. Hal ini tentunya dapat menimbulkan kerugian bahkan akibatnya bias fatal. Oleh karena itu, kita sebagai perawat kiranya harus melaksanakan tugas kita dengan sebaik-baiknya tanpa menimbulkan masalah-masalah yang dapat merugikan diri kita sendiri maupun orang lain.
















DAFTAR PUSTAKA

Priharjo, Robert; Tekhnik Dasar Pemberian Obat Bagi Perawat, 1995; EGC; Jakarta.

Aziz, Azimul; Kebutuhan dasar manusia II.

Bouwhuizen, M; Ilmu Keperawatan Bagian 1; 1986; EGC; Jakarta.

www.google.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar